Awas jangan pakai aplikasi andorid ini, bisa bocorkan data pribadimu!

Belakangan ini memang tengah marak penipuan yang mengatasnamakan paket, padahal perangkat lunak berbahaya. Waktu aplikasi tersebut terinstall pada handphone kita, maka pencurian data pun bisa dilakukan.

Aplikasi berbahaya di Play Store wajib Anda waspadai. Jangan sampai terjebak untuk mengunduhnya sehingga membahayakan perangkat Anda.

Aplikasi berbahaya di Play Store ada yang mencuri informasi masuk, menyasar nomor rekening bank, dan menargetkan informasi keuangan lain lewat perangkat Anda.

Sebenarnya, banyak aplikasi berbahaya yang masih berkeliaran loh. Mirisnya, software-software berbahaya tersebut banyak dipergunakan sang orang.

Keliru satu perangkat lunak berbahaya yg merugikan adalah perangkat lunak browser android bernama “web explorer-fast internet”. Cybernews mengatakan, browser tadi mungkin bisa membocorkan data sensitif pengguna.

Bahkan, software tersebut terbilang cukup terkenal di kalangan pengguna android. Mampu ditinjau bahwa sampai saat ini aplikasi telah didownload lebih berasal lima juta kali di toko aplikasi google play store.

Cybernews menjamin web explorer-fast internet sudah membiarkan instance firebase-nya, platform pengembangan software seluler yg dibuat buat membantu analitik, hosting, dan penyimpanan cloud terbuka begitu saja.

Perangkat lunak berisiko bisa mengalihkan data selama lima hari, termasuk data negara, alamat inisiasi langsung, alamat tujuan pengalihan, dan semuanya yang disajikan sang id pengguna bocor, seperti dilansir dari techradar.

Wartawan senior cybernews vilius petkauskas, menyebutkan bahwa meskipun sebenarnya data ini bukan relatif buat membuat kerugian kepada pengguna, namun Bila dikombinasikan menggunakan data tambahan maka akan berbahaya.

Aplikasi ini jua ditemukan pada bentuk hardcoding, termasuk kunci yg terkait dengan riwayat penjelajahan sebagian pengguna yg dianonimkan, pengidentifikasi publik yang unik, serta pengaktif komunikasi lintas-server.

“Bila pelaku ancaman bisa menghapus anonimitas pengguna perangkat lunak, mereka akan bisa menilik banyak informasi perihal riwayat penjelajahan buat pengguna eksklusif dan menggunakannya buat pemerasan,” catat cybernews.

Beruntung waktu ini instance firebase yang terbuka telah ditutup sang perusahaan dan tidak lagi dapat diakses, yang berarti pelaku ancaman tak dapat lagi mengakses data sensitif.

Meski demikian, itu bukan sepenuhnya kabar baik, cybernews menghubungi tim software tentang temuannya, namun belum menerima balasan. Itu ialah ‘rahasia’ hardcode kemungkinan akbar masih terdapat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.